4nak Perempuan Pertama, Bahunya Harus Sekuat Baja, Hatinya Harus SetegarKarang




Menjadi anak perempuan pertama dari sebuah keluarga sangat berat, di samping sebagai tulang punggung keluarga, anak pertama juga sangat erat kaitannya dengan sosok yang tegar dan mandiri.
Tak ada yang tahu bagaimana proses perjuangannya yang terlihat tangguh dan tegar itu. Ia bisa menangis sejadi-jadinya sendirian, ia tertatih berusaha melawan keterbatasan, dan ia selalu kokoh menerjang nasib keberuntungan. Tak ada tempat meminta tolong bagi anak pertama, kecuali dirinya sendiri dan Tuhan.

Tak ada tempat meminta yang akan menjadikannya payah dan tak ada tempat merengek yang akan membuatnya tampak lemah. Ketika terpaksa meminjam pada teman, hati kecilnya selalu berteriak, "Saya harus segera sukses agar kelak bisa bantu orang lain juga." Ya, mandiri. Dibentuk mandiri atau terbentuk mandiri.

Menurut penelitian, anak pertama perempuan berpotensi lebih hebat daripada anak pertama laki-laki. Menurutku itu karna ketika anak pertama perempuan merasakan pahit kehidupannya saat masih menjadi anak-anak, naluri keibuan memanggilnya untuk tidak membiarkan anak-anaknya kelak menderita sepertinya.

Karakteristik anak pertama secara mendasar yaitu lebih dewasa, bijaksana, dan memiliki banyak pengetahuan yang jarang diutarakan. Dalam hal ini anak pertama memiliki pola pemikiran yang kritis sehingga daya analisanya sangat kuat.

Kehidupan akan terus menuntunnya untuk terus belajar tentang hidup. Maka anak pertama biasanya selalu melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi dan berharap bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan saudaranya kelak.

Untuk kamu anak pertama, hal ini mungkin bisa membantumu menjadi pribadi yang semakin kuat! Renungkanlah poin-poin berikut ini:
Kejar mimpimu biarpun sendirian.
Belajar tentang apapun yang kamu sukai.
Teruslah menyayangi keluargamu meskipun suatu saat kamu akan jauh dari mereka.
Hidupkan kebahagianmu melalui hobby.
Belajar untuk tetap tegar.
Semangat! Kamulah jawaban atas semua doa keluargamu.
Sumber: http://posttrending.blogspot.co.id/2017/03/anak-perempuan-pertama-bahunya-harus.html?m=1

Well kenapa kok tumben share beginian lagi Tine? Jadi begini, kalian juga tahu kan kalau aku anak pertama dan perempuan. Pas nemu artikel ini rasanya bagus aja dan rasanya pas kalau dishare di blog aku, makanya share di sini deh yang tentunya diberikan sedikit revisi di sana sini. Dah lama juga kan ga share artikel berguna hhe...

Trus mau sharing sedikit nih soal anak pertama perempuan sesuai yang aku alami. Aku sendiri ga menyangka juga sih bahwa anak perempuan pertama itu sehebat apa yang dikatakan sama penulis artikel di atas. But kalau dipikir lagi rasanya memang seharusnya aku dan anak perempuan pertama lainnya bisa sehebat itu dan harus berjuang!

Masalah mandiri rasanya memang semua anak dituntut untuk jadi demikian, ga cuma perempuan tapi juga  anak laki-laki dan ga cuma sulung tapi anak tengah dan bungsu juga, termasuk mereka anak tunggal. Tapi yang jadi tuntutan lebih besar adalah anak yang paling tua, karna mereka yang seharusnya menjadi lebih dewasa terlebih dahulu. Lalu kenapa anak perempuan lebih hebat dari anak laki-laki? Hmm sebenernya menurut aku sama aja sih, kan anak laki-laki ada sifat kebapakan juga hhe... Pasti semua mau anaknya kelak lebih bahagia lah ya? Tapi memang perempuan yang menjadi anak tertua memiliki tanggung jawab dan tuntutan yang lebih besar menurutku. Mengapa? Karna seorang anak pertama harus jadi panutan bagi adiknya dan harus yang paling kuat sebagai tempat bersandar adik-adiknya dan itu kalau dilakukan oleh anak laki-laki akan menjadi lebih wajar dibandingkan anak perempuan yang dituntut demikian.


Perempuan yang sesungguhnya lebih rapuh dan cenderung perasa harus demikian berjuang dan menebalkan kekuatannya dibandingkan adik-adiknya dan orang tuanya. Biar bagaimana pun rasanya menjadi anak pertama meski ada orang tua yang tidak menuntut tapi memiliki keinginan untuk bisa mencapai harapan itu, harapan membanggakan dan menjadi teladan bagi banyak orang. Aku sendiri sempat cerita kan guys kalau aku mau banget selalu membanggakan orang lain, rasanya ga sanggup mengecewakan orang lain. Entah itu perasaan dari mana, tapi melekat banget dalam diri aku. Mungkin dari status sebagai anak pertama juga ya?
Orang tua aku sendiri ga menuntut banyak kok cuma ya rasanya mau memberi lebih aja.

Masalah nangis dan berjuang sendirian itu... Hmm sebenernya bener ga bener sih wkwk... Kadang rasanya daripada bercerita bagi kesedihan lebih enak pura-pura baik-baik aja dan coba selesaikan sendiri. Kalau cerita ke orang tua rasanya lemah banget dan malah nyusahin. Makanya tempat mencari jawaban memang kadang kalau ga teman ya diri sendiri dan Tuhan tentunya. Tapi ya berbagi tetap harus ada, karna masalah yang dipendam sendiri buat stress dan tambah berat, sedangkan dibagi akan menjadi lebih ringan :)

So berbanggalah kalian anak pertama semuanya karna kalian memang sudah hebat dari awal dan akan sangat hebat kalau bisa menjalankan peran kita dengan baik. Kamu yang perempuan jangan mau kalah sama laki-laki dan kamu laki-laki apalagi jangan mau kalah sama perempuan ya! Anak kedua dan seterusnya juga jangan mau kalah! Kita semua hebat sebagaimana kita ada di dunia ini :) dan masalah mandiri ga berarti selalu sendiri! Kadang butuh teman juga kok buat berbagi, ya kalau memang punya masalah lebih enak dibagi juga kan? Asal jangan bergantung aja dan tentukan langkah yang kamu inginkan sesuai kebahagiaan kamu sendiri! Jangan memaksakan diri dan tetap tahu kapan waktunya berlabuh dan beristirahat sejenak di tengah deburan ombak kehidupan yang kian menerjang dan menggoyahkan kita :)

Mau anak pertama kedua dan seterusnya, mau laki-laki atau perempuan, mau anak tunggal atau anak angkat dan sebagainya berbanggalah pada diri kalian sendiri karna kita semua spesial karna diri kita adalah diri kita sendiri. Kali ini aku share soal anak pertama dulu, lain kali siap-siap kusharekan peran anak lainnya yang tentunya memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri ya! Bye guys dan sampai jumpa di post selanjutnya :)

Notes:
Hanya sekadar info kalau orang yang terlihat mandiri pun belum tentu ia selalu ingin sendiri. Ada kalanya ia mau dihibur dan memiliki tempat bersandar. Hidup ini terlalu berat kalau dijalani hanya sendirian. Orang yang manja pun belum tentu tidak bisa mandiri. Jadi jangan selalu memandang seseorang dari satu sudut saja ya kawan :)


Sumber: ceritabarengtin2.blogspot.com

0 Response to "4nak Perempuan Pertama, Bahunya Harus Sekuat Baja, Hatinya Harus SetegarKarang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel